Pemkab Berau Maksimalkan Ruangan RSUDAR dan RS Eks Cantika, Solusi Keterbasan Tempat Penanganan Pasien Covid-19

img

Bupati Berau Saat Meninjau RSD Cantika

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Pasca sidak dilakukan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rifai dan Rumah Sakit Darurat (RSD) eks Cantika beberapa hari lalu, melihat  kenyataan terbatasnya ruangan yang diperuntukkan bagi penanganan pasien Covid 19, akhirnya Pemkab Berau memutuskan hanya menambah kamar bagi pasien Covid 19 , baik yang berada di RSUD Abdul Rifai RSD Eks Cantika masing –masing berjumlah 40 ruangan.

“Kebijakan tersebut harus diambil, mengingat jumlah pasien yang dapat ditangani sebanyak 80 pasien.  Dengan penambahan ruangan ruang Anggrek ada 40 ruang di RSUDAR Abdul Rifai dan di RSD Cantika juga ada 40 ruang,” terang Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi baru-baru.

Jika memang sangat dibutuhkan ruang perawatan lagi tambah Iswahyudi, , sebenarnya RSD Cantika belum sepenuhnya dibuka, Ruang Cantika baru digunakan sebanyak 50%.

“ Bila nantinya sudah masuk kategori ruang Cantika sudah penuh, namun apabila di butuhkan penambahan ruang secara darurat masih banyak ruang kosong yang dapat digunakan sebagai kamar perawatan,”tambah Iswahyudi.

Lebih lanjut, Iswahyudi mengungkapkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus melonjak, membuat Pemerintah Kabupaten Berau harus berkerja keras untuk memastikan ketersediaan tempat dalam penanganan tersebut.

”itu intinya kami harus perhatikam saat ini semua pasien bisa tertangani optimal ,”tukasnya.

Ditemui usai meninjau RSD Ex Cantika, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan jika memang memungkinkan pasien yang di rawat di rumah sakit sudah membaik, dapat melanjutkan Isolasi mandiri di rumah masing - masing. Menurutnya, hal tersebut agar tidak terus terjadi penambahan baik di RSUD Abdul Rivai atau di RSD Ex Cantika.

“Jika memungkinkan, pasien yang ada di RSD sudah agak sedikit membaik kalau bisa isoman saja,” pintanya.(sep/adv)